Inilah Hasil Pilkada Tangsel

Hasil Pilkada Tangsel, Aris OVJ Ande Taulany yang berpasangan dengan Arsid mengklaim meraih kemenangan dalam Pilkada Tangerang Selatan, Banten. Ketua kemenangan pasangan Arsid-Andre, Basri, di Tangerang, Sabtu (13/11/2010), mengatakan, berdasarkan hasil penghitungan dengan mengacu pada formulir C1, diperoleh persentase sebanyak 47,67 persen untuk pasangan Arsid-Andre.

"Dari hasil perolehan suara yang kita peroleh dari hasil perhitungan di semua TPS, pasangan Arsid-Andre unggul perolehan suara dari pasangan lainnya," katanya dalam keterangan pers di AA Center di Perumahan Villa Dago, Pamulang.

Sementara itu, pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie meraih suara sebanyak 44,61 persen. Sedangkan pasangan Yayat Sudrajat-Norodom Sukarno meraih 5,49 persen dan Rodiyah Najibah-Sulaeman Yasin mendapat 2,23 persen.

Pemungutan suara Pemilu Tangerang Selatan sendiri dilakukan tanggal 13 November yang diikuti sebanyak 732.195 suara dengan jumlah TPS sebanyak 1.890 yang tersebar di tujuh kecamatan atau 54 kelurahan.
READ MORE - Inilah Hasil Pilkada Tangsel

» Read More...

Milana Anggraeni, Istri Gayus Tambunan

Milana Anggraeni, Istri Gayus Tambunan, merupakan staf yang merangkap sebagai asisten Ketua DPRD DKI. Ferrial Sofyan, Ketua DPRD DKI Jakarta itu, tak ada yang aneh dengan Milana. Sebagai staf di DPRD DKI Jakarta, wanita itu tergolong sebagai pekerja yang baik dan rajin.

Milana Anggraeni

Nama Gayus Tambunan yang tiba-tiba ngetop karena disebut sebagai pengemplang dana pajak senilai Rp 25 Miliar, tiba-tiba mengungkap siapa Milana Anggraeni.

Milana Anggraeni diketahui telah memiliki tiga anak dari Gayus Tambunan. Selama ini dia bekerja sebagai PNS di DPRD DKI, yang juga merangkap asisten Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan.

Kegiatan sehari-hari Milana adalah menyiapkan bahan sidang para anggota dewan jika rapat diagendakan.

Milana Anggraeni, dinikahi Gayus sejak tahun 2002. Kehidupan Milana sendiri, di mata teman-temannya di DPRD DKI tak ada yang aneh. Dia sosok yang biasa-biasa saja, tanpa terlihat bahwa dia adalah orang yang kaya.
READ MORE - Milana Anggraeni, Istri Gayus Tambunan

» Read More...

Ponimin Juru Kunci Gunung Merapi yang Baru

Ponimin Juru Kunci Gunung Merapi yang Baru - Ponimin selamat dari letusan gunung merapi dan hal ini menjadikan Gusti Kanjeng Ratu Hemas dari Keraton Yogyakarta Hadiningrat meminta agar Ponimin warga Dusun Kaliadem Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman yang selamat dari letusan Gunung Merapi menjadi penunggu gunung tersebut menggantikan Mbah Maridjan.

Gusti Kanjung Ratu (GKR) Hemas mengatakan hal itu ketika mengunjungi Ponimin yang mengungsi di rumah kerabatnya di Dusun Ngenthak, Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Kamis.

``Yo wis kowe saiki sing tunggu Merapi (ya sudah kamu sekarang yang menunggu Merapi),`` kata GKR Hemas kepada Ponimin usai mendengarkan cerita Ponimin bersama istrinya perihal bagaimana keluarga tersebut menyelamatkan diri dari letusan Gunung Merapi.

Namun saat itu, Ponimin tidak segera menyanggupi permintaan GKR Hemas dengan mengatakan, "Kulo dereng saged matur sakmeniko (saya belum bisa menjawab saat ini)".

Karena Ponimin belum bisa memberikan jawaban, maka GKR Hemas memberikannya waktu kepada Ponimin dengan mengatakan, ``Yo wis kuwi dirembug mengko wae (ya sudah nanti dibicarakan lain waktu saja)``.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) ini mengunjungi tempat tinggal sementara Ponimin di Desa Umbulmartani Kabupaten Sleman bersama empat anggota DPD RI yakni Hafidh Asrom, Bambang Suroso, Supardi, dan Nurmawati.

Hadir juga pada kunjungan tersebut Wakil Bupati Sleman Sri Wahyuni.Pada kunjungan tersebut GKR Hemas menanyakan bagaimana pegawai Desa Kepuharjo tersebut bisa menyelamatkan diri dari serbuan awan panas yang menerjang desanya.

Menurut Ponimin, dirinya beserta istri dan lima putra-putrinya berhasil menyelamatkan diri dengan cara ajaib yakni berlindung dibalik kain mukena setelah digunakan istrinya sholat maghrib. "Rumah saya hancur, tapi alhamduillah kami selamat," kata Ponimin yang mengalami luka bakar di kedua telapak kakinya.

Menurut dia, tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dengan tempat tinggal juru kunci Gunung Merapi Mbah Marijan, yakni hanya sekitar satu kilometer ke arah timur.

Namun, Mbah Marjian tewas akibat awan panas pada letusan Gunung Merapi pada Selasa (26/10) petang dan jenazahnya ditemukan tim SAR di rumahnya yang hancur pada Rabu (27/10) pagi.

Dalam kesempatan tersebut, Ponimin juga mengatakan, infromasi secara gaib yang diterimanya Gunung Merapi masih akan meletus lagi.
READ MORE - Ponimin Juru Kunci Gunung Merapi yang Baru

» Read More...

Mnc Tv Nama Baru TPI

Mnc Tv Nama Baru TPI - TPI sudah lama berdiri dan kini berganti nama menjadi Mnc TV berita mengenai pergantian nama tv swasta tersebut berikut ini. Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) telah resmi mengganti nama menjadi Media Nusantara Citra (MNC). Menyusul pergantian nama itu maka label TPI di layar kaca berubah menjadi MNC TV mulai Rabu (20/10) malam. Media Nusantara Citra adalah konglomerasi media milik Hary Tanoesoedibjo.

Pergantian nama itu buntut dari sengketa bisnis antara Hary Tanoe dengan pemilik lama TPI, Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut. Aksi Media Nusantara itu semakin memanaskan perang antara Hary Tanoe dan Tutut.

Manajemen Media Nusantara menyebutkan perubahan nama dilakukan atas alasan komersial. Menurut kuasa hukum Hary Tanoe, Andi F. Simangunsong, aksi korporasi itu bisa dilakukan lantaran Media Nusantara memiliki 75 persen saham PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia.

"Media Nusantara berhak mengubah nama TPI karena tak ada satu putusan pengadilan yang melarangnya," kata dia di Jakarta, Kamis pekan lalu. Saat ini Hary dan Tutut sedang bersengketa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memperebutkan pengelolaan TPI.

Rencana itu ditentang oleh kubu Tutut. Harry Ponto, kuasa hukum Tutut, mengatakan bahwa pengelolaan TPI oleh Media Nusantara tidak sah karena cacat prosedur. Tutut sebagai salah satu pemegang saham juga tak dilibatkan dalam penggantian nama televisi yang didirikannya itu. "Tindakan mereka melanggar hukum," ujarnya.

Dalam perayaan peresmian nama baru tadi malam itu, manajemen Media Nusantara menggelar acara meriah dengan melibatkan puluhan artis ternama. Kalangan selebritas berharap dengan pergantian nama ini bisa membawa perubahan yang lebih baik bagi stasiun televisi tersebut.
READ MORE - Mnc Tv Nama Baru TPI

» Read More...

Kereta Api Terbakar

Kereta Api Terbakar, KOMPAS.com -  Menyikapi terbakarnya 20 gerbong di Stasiun Besar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Senin (11/10) dini hari, PT Kereta Api  (Persero) menyiapkan kereta cadangan. Langkah ini dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat yang hendak naik kereta api tidak terganggu akibat peristiwa kebakaran tersebut.

Kereta Api Terbakar

"Langkah antipasi agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu, kami mengoperasikan kereta cadangan. Rangkaian pengganti ini dari Manggarai," kata Kepala Humas PT Kereta Api (Persero) Mateta.

Penuturan Mateta, pengamanan di stasiun pun akan diperketat. Terkait upaya sterilisasi, Mateta menuturkan bahwa hal ini sedang dalam proses. "Sterilisasi secepatnya. Bukan semata karena menyikapi peristiwa kebakaran ini. Sebelumnya juga dalam proses. Stasiun lain sudah seperti Manggarai dan Senen," katanya.

Ditanya mengenai dugaan sementara penyebab kebakaran, Mateta mengatakan bahwa saat ini penyelidikan sedang dilakukan. Terkait kemungkinan penyebab kebakaran karena ada orang yang tidur di kereta di stasiun pada malam hari, Mateta tidak menampik kemungkinan tersebut.

Petugas keamanan memang menyisir kereta tiap malam untuk mengecek ada tidaknya orang yang tidur di gerbong. Namun saat rolling (pergantian petugas) bisa saja, dibersihkan s isi timur sisi utaranya (dimasuki), kata Mateta. Meski demikian, dia menuturkan bahwa penyebab kebakaran itu masih diselidiki polisi.

Terkait perkiraan kerugian akibat terbakarnya 20 gerbong kereta di Rangkasbitung tersebut, Mateta menyatakan bahwa hal itu belum dihitung. Penuturan Mateta, kereta yang terbakar itu pada saatnya akan ditarik dan dibawa ke Balai Yasa Manggarai, yakni setelah selesainya proses penyelidikan oleh polisi.
READ MORE - Kereta Api Terbakar

» Read More...

Pembatalan SBY Ke Belanda

Pembatalan SBY Ke Belanda - Pembatalan kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Belanda masih disesalkan banyak pihak. Pembatalan itu melemahkan posisi tawar diplomasi Indonesia terhadap Belanda bahkan dinilai sebagai tragedi memalukan.

Pembatalan itu amat disayangkan karena terkesan presiden tidak mau mengambil risiko sebagai pemimpin. “Ibarat orang mau makan nangka, namun tak mau getahnya,” imbuh Frans Aba MA, seorang pengamat politik.

Sementara Sekretaris Komisi I DPR-RI Teguh Juwarno menilai ada beberapa hal krusial atas ‎pembatalan kunjungan SBY ke Belanda. Ketua Fraksi PAN itu melihat pembatalan SBY ke Belanda paling tidak berdampak buruk bagi Indonesia.

“Pertama, lemahnya diplomasi dan informasi intelijen sehingga decision making process terkesan gegabah dan mendadak tanpa info yang akurat. Kedua, posisi tawar diplomasi terhadap Belanda menjadi sangat rendah. Dari diundang menjadi meminta untuk dijadwal ulang,” papar Teguh.

Ketiga, melukai hubungan diplomatik kedua negara yang bagaimanapun tentu butuh waktu dan proses panjang untuk memulihkannya. Keempat, menjadikan gerakan separatis yang nyaris musnah mendapat angin segar dengan ‘dianggap’ sebagai sebuah gerakan besar yang bisa mempermalukan negara.

Kelima, lemahnya lingkaran kepresidenan dan Kementrian Luar Negeri dalam menguasai hukum internasional sehingga dapat meyakinkan presiden bahwa ancaman tuntutan pengadilan lokal oleh gugatan RMS seharusnya diabaikan!

“Posisi tawar kita menjadi turun, awalnya diundang sekarang menjadi meminta jadwal ulang. Artinya belum tentu Ratu Beatrix mau mengundang presiden lagi ke Belanda,” ujar Teguh Juwarno.

Fraksi PAN akan mendesak Komisi I DPR untuk memberikan penjelasan yang komprehensif terkait preseden diplomatik ini kepada Kementrian Luar Negeri.

“Memalukan buat bangsa yang besar kalau kepala negara sampai mendadak membatalkan kunjungan hanya karena gerakan separatis yang berposko di luar negeri. Apakah mungkin RMS menjadi ancaman keamanan yang signifikan?” tandas Teguh.

Sementara organisasi kepemudaan Pemuda Panca Marga (PPM) mengaku ikut merasa malu melihat Presiden SBY membatalkan kunjungan ke Belanda. “Masak dibatalkan padahal kunjungan itu untuk pengakuan kemerdekaan Indonesia,” ujar Ketua Umum DPP PPM Erdin Odang.

Dengan pembatalan itu Presiden SBY sudah melewatkan kesempatan bersejarah dan langka. Sebab baru pertama kalinya Belanda akan mengakui kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

“Sebenarnya Tuhan sudah memberi peluang kepada SBY tapi malah dilewatkan peluang itu. Lantas siapa yang malu, SBY, Ratu Beatrix atau keduanya?” kata adik kandung Osman Sapta Odang ini. Publik, SBY dan Ratu Belanda sendiri yang bisa menjawabnya. (sumber : http://www.waspada.co.id)
READ MORE - Pembatalan SBY Ke Belanda

» Read More...

Gunung Sinabung - Kondisi Gunung Sinabung membaik

Gunung Sinabung. Karena meletus beberapa waktu yang lalu Gunung Sinabung maka ribuan warga yang sempat mengungsi akibat meletusnya Gunung Sinabung sudah kembali ke desanya masing-masing. Mereka dihantarkan personil kepolisian dengan tiga unit kendaraan milik Polres Karo.

Pantauan Waspada Online, dini hari ini, meski rekannya sudah kembali ke kampung halamannya, namun masih ada puluhan warga yang menginap di Jambur Lige Kabanjahe. Hal ini disebabkan desa mereka berada jauh dari desa warga yang dihantar kepolisian.

“Rencana kami, pagi-pagi nanti baru pulang ke rumah,” ujar Harianto (21), warga desa Bekerah Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo saat ditemui Waspada Online, di Jambur Lige, Kabanjahe, Sumatera Utara.

Di Pendopo Pemkab Karo, yang sebelumnya dipenuhi ribuan pengungsi, sudah terlihat kosong. Gerbang Pendopo yang bersebelahan dengan Rumah Dinas Bupati Karo itu sudah terkunci.

Informasi dihimpun Waspada Online, kondisi di seputaran Gunung Sinabung juga telah berangsur membaik. Warga yang tiba di rumahnya selanjutnya langsung beristirahat dan ada yang membersihkan kediaman mereka. Disudut lainnya, sejumlah pemuda membagi tugas untuk melakukan ronda malam.

“Iya langsung istirahat. Ini lagi mau tidur,” ujar Ansori, warga Desa Kutarakyat Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo, kepada Waspada Online.

Dikatakannya, desanya dan beberapa desa yang berada di sekitar Gunung Sinabung sudah terlihat memutih karena ditutupi abu belerang. Selain itu, belerang juga menyebabkan tanaman di tepi jalan menjadi layu.

Seperti diwartakan sebelumnya, sekitar pukul 18.00 tadi malam, Gunung Sinabung mengeluarkan sebuah letusan api keras diikuti gumpalan asap tebal. Semburan belerang berupa asap dan pasir dari perut gunung Sinabung ke udara hingga pukul 19.00.

Belerang tersebut menyelimuti kawasan sinabung hingga perkampungan yang ada disekitarnya. Asapnya menyebabkan warga sulit bernapas dan suasana menjadi gelap gulita, sehingga menyebabkan warga panik dan berhamburan mengungsi keluar dari desa.
READ MORE - Gunung Sinabung - Kondisi Gunung Sinabung membaik

» Read More...

Search This Blog

Recent Post